Antropologi kita kenal sebagai disiplin ilmu yang mempelajari manusia beserta aspek-aspeknya, seperti budaya, pola hidup, bahasa, komunikasi dan berbagai aspek lainnya. Terutama dalam komunikasi yang sebagai aspek penting bagi manusia karena merupakan media dalam berinteraksi, antropologi berperan dalam mengembangkan teori-teori komunikasi. Dengan menggunakan pendekatan holistic, sehingga tidak hanya terfokus pada manusianya saja. Penulis di sini menerangkan perspektif antropologi yang menghasilkan konsep-konsep dan objek kajian, sehingga dengan mudah terlihat kontribusi apa saja yang antropologi sumbangkan terhadap teori-teori komunikasi.
Mempelajari tentang manusia, tidak hanya terfokus pada manusianya saja, akan tetapi mempelajari secara keseluruhan aspek yang ada dalam kehidupan manusia, itulah kegunaan disiplin antropologi. Antropologi secara langsung memusatkan perhatian terhadap seluruh jenis manusia dari seluruh dunia, mencakup semua zaman. Baik itu dari zaman purba sampai sekarang.
Dalam pembagiannya, antropologi dapat dibagi menjadi dua bidang, yaitu Antropologi fisik dan Antropologi Budaya. Antropologi fisik merupakan bidang utama antropologi sedangkan antropologi budaya memiliki sub bidang yaitu Arkeologi, Linguistik, dan Etnologi. Pembagiannya berdasarkan pada subjek matternya. Dalam antropologi fisik permasalahan yang ada yaitu mengenai keberadaan manusia dan evolusi yang biasa di sebut sebagai paleontologi manusia. Kemudian kenapa manusia masa sekarang bervariasi secara biologi disebut variasi manusia
Dari penjabaran di atas dapat kita peroleh beberapa konsep, pertama, yaitu holistik. Holistik adalah pendekatan yang digunakan antropologi untuk mempelajari manusia dari berbagai macam segi (multi-faceted). Sebagai contoh, ketika menjelaskan tentang suatu masyarakat, maka antropologi akan menerangkan tentang wilayah tempat-tempat masyarakat itu tinggal, seperti gambaran Bahasa yang digunakan, sistem politik, ekonomi, agama, ras, lingkungan hidup, dan pola-pola pemukiman. Kedua yaitu masyarakat. Masyarakat adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan memiliki kesamaan terutama di bahasa yang digunakan yang umumnya tidak dipahami masyarakat dari tempat lain. Ketiga yaitu budaya. Budaya mengacu pada pola perilaku yang ditransmisikan secara sosial sehingga menjadi kekhususan dari suatu masyarakat. Budaya dipakai oleh masyarakat secara bersamaan, contoh adat-istiadat.
Maka sudah jelas bahwa objek kajian antropologi yaitu manusia dengan berbagai aspek yang menyertainya. Baik manusia terdahulu maupun manusia modern saat ini. Hal paling kontras yang membedakan antropologi dengan ilmu-ilmu lain yaitu fokus inkuiri. Dimana secara singkat bermakna, bahwa fokus antropologi yaitu pada karakteristik khas populasi manusia.
Begitupun antropologi memandang terhadap komunikasi sebagai objek yang dipandang secara holistik. Yang berkaitan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat. Jika kita lihat dari fokus antropologi yaitu mencari tahu karakteristik dari populasi manusia, maka di sini antropologi akan berlaku sama terhadap komunikasi. Antropologi berfokus pada kenapa sistem komunikasi itu berbeda-beda. Contoh, sistem komunikasi Indonesia yang dibangun dari sistem komunikasi lokal. Sistem komunikasi lokal tentunya berbeda-beda yang disebabkan oleh letak geografis yang berbeda, sehingga akan melahirkan variasi sistem komunikasi.
Dengan antropologi mempelajari manusia dari berbagai aspek, maka barang tentu antropologi juga memiliki kontribusi terhadap ilmu komunikasi dan perkembangan teori-teori komunikasi. Sebagaimana yang sudah diterangkan bahwa komunikasi merupakan media dalam mengirimkan pesan yang di dalamnya terkandung konteks dan makna.
berikut beberpa bidang dan sub bidang antropologi yang berkontribusi pada ilmu komunikasi, seperti: 1. Antropologi fisik, paleontologi manusia mengungkapkan sistem atau alat yang digunakan nenek moyang. Kemudian, dari bidang variasi manusia yang berkontribusi dalam mengembangkan teknologi komunikasi yang sesuai dengan keberagaman suatu kelompok;2. Antropologi budaya, pertama dari antropologi linguistik. Linguistik historis yang mempelajari proses-proses perubahan bahasa yang berkontribusi untuk memahami perubahan-perubahan fungsi bahasa dalam masyarakat. Linguistik struktural ikut menyumbang dalam mempelajari semiotik. Sosiolinguistik yang berkontribusi dalam memahami pola-pola interaksi dalam masyarakat, sehingga terbangun realitas sosial dan budaya. Kedua Arkeologi, terkhusus Arkeologi Historis yang menyumbang terhadap pemahaman komunikasi dalam bentuk tak tertulis. Ketiga Etnologi menyumbang dalam upaya memahami tindakan sebuah kelompok atau budaya.
Setelah mengetahui disiplin antropologi, konsep-konsep beserta objek kajiannya, bagaimana hubungan antropologi dengan komunikasi, selanjutnya mengenai kontribusi antropologi terhadap teori-teori komunikasi. Paling tidak ada empat kelompok teori komunikasi yang berpangkal dari antropologi, yaitu :1. Kelompok teori tentang tanda dan bahasa. Dalam antropologi pembahasan mengenai tanda diketahui sebagai semiotik yang erat hubungannya dengan budaya;2. Kelompok teori tentang realitas budaya;3. Kelompok teori interpretasi budaya;4. Kelompok teori komunikasi antar budaya.
Pertama, tanda dapat dipahami sebagai suatu perangsang yang dapat mengaktifkan interpreter yang bertindak sebagai objek tanda yang akan merespons tanda tersebut, Sehingga objek akan dapat menanggapi tanda tersebut dengan tepat. Yang paling pokok dalam teori ini yaitu tanda memiliki objek aktual. Ada beberapa teori yang tergolong dalam kelompok teori ini seperti teori tentang tanda, perilaku, dan interaksi dari Moris, sebagaimana yang diterangkan di atas; Langer, teori tentang symbol menerangkan bahwa symbol lebih kompleks daripada tanda, karena merupakan instrumen pemikiran yang mengandung makna dan memiliki hubungan yang erat antara symbol, objek dan orang. Dan tentang semiotik menerangkan bahwa perlunya teori tentang kode dan produksi tanda. Teori tentang kode harus berpedoman pada struktur bahasa dan tanda-tanda lainnya, sedangkan produksi tanda menerangkan kegunaan tanda dalam interaksi sosial dan budaya.
Kemudian studi tentang bahasa tentunya berkaitan erat dengan antropologi budaya, terlebih khusus antropologi linguistik. Teori-teori yang tergabung dalam kelompok ini yaitu linguistik structural dari Saussure yang menyatakan bahwa bahasa merupakan suatu sistem yang terstruktur yang memberikan perhatian terhadap bentuk-bentuk bahasa. Chomsky menerangkan generative grammar adalah sentral bagi struktur kalimat dan yang paling pokok yaitu transformasi kalimat. Kemudian kinesik dari Birdhwhistell menyatakan aktivitas ketubuhan seperti gerakan tubuh dapat berfungsi sebagai komunikasi.
Yang kedua, berasal dari kelompok teori tentang realitas budaya. Sub bidang yang terkait dalam pembahasan ini yaitu sosiolinguistik. Teori yang terkandung dalam kelompok ini yaitu relativitas linguistik yang menjelaskan pola berpikir kita atau cara kita memandang kehidupan ini dipengaruhi oleh struktur bahasa yang kita gunakan. Selanjutnya kode-kode terbatas dan ter elaborasi teori ini dasarnya menerangkan tentang bagaimana hubungan dalam suatu kelompok dapat mempengaruhi model percakapan yang digunakan dalam kelompok tersebut. Dengan kata lain bahasa yang digunakan merefleksikan hubungan dalam sebuah kelompok. Kode terbatas tidak memberi kesempatan pembicara memperluas topik pembicaran, sedangkan kode ter elaborasi memberikan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan topik.
Yang ketiga, kelompok interpretasi budaya. Dalam hal ini pengkajian dari luar akan sangat berguna untuk memahami perilaku masyarakat atau kebudayaannya. Istilah lainnya etnografi. Jika diperhatikan, maka interpretasi budaya memiliki beberapa bentuk, yaitu etnografi komunikasi, budaya organisasi, dan studi interpretive budaya. Etnografi komunikasi sederhananya menerangkan bagaimana upaya interpreter dalam membuat pengertian mengenai jenis komunikasi yang digunakan suatu kelompok. Organisasi budaya, organisasi merupakan suatu budaya. Akan tetapi budaya yang berbeda, adanya interaksi antar anggota menghasilkan budaya organisasi. Interpretive media bagaimana khalayak mengembangkan pola-pola pemahaman dari apa yang dibaca dan didengar yang dikeluarkan oleh media.
Keempat, kelompok teori komunikasi antar budaya, teori yang terkandung yaitu teori manajemen kecemasan dan ketidakpastian dari Gudykunst dan teori negosiasi muka dari Stella. Teori dari Gudykunst berfokus pada pertemuan antar budaya yang berbeda. Karena orang akan cenderung cemas jika berada antar budaya asing, sehingga teori ada untuk memberikan solusi yang efektif. teori Negosiasi muka menerangkan menghadapi konflik jika budaya berbeda. Poin esensialnya yaitu agar tidak terjadinya kecemasan maupun konflik maka harus memahami budaya asing tersebut, sehingga dapat berkomunikasi dengan efektif.
Dari pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa antropologi merupakan disiplin ilmu yang mengkaji manusia beserta aspek-aspeknya dan memiliki banyak kontribusi dalam mengembangkan teori-teori komunikasi, karena komunikasi merupakan aspek yang tak dapat terpisahkan dari manusia. Ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi; 1. Antropologi adalah disiplin ilmu yang berbeda dari disiplin lainnya. 2. Antropologi memiliki bidang dan sub bidang yang berperan dalam mengkaji masyarakat beserta aspek-aspeknya. 3. Antropologi berkontribusi banyak untuk teori-teori komunikasi yang kemudian memberi dampak terhadap kehidupan manusia.
Dapus : MC Ninik Sri Rejeki”Perspektif Antropologi dan Teori Komunikasi: Penelusuran teori-teori Komunikasi dari Disiplin Anropologi”. 2010, Jurnal ilmu Komunikasi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Saturday, January 30, 2021
Kontribusi Antropologi terhadap Teori-teori Komunikasi Melalui Perspektif Antropologi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Self Awareness dan Pengaruh Media Sosial
Tidak terlalu berlebihan memang menyebutkan bahwa “kadangkala mahasiswa dilema dengan masa depan yang menanti mereka”. Tujuan hidup yang tak...
-
Tidak terlalu berlebihan memang menyebutkan bahwa “kadangkala mahasiswa dilema dengan masa depan yang menanti mereka”. Tujuan hidup yang tak...
-
Pada hari senin 18 Januari 2021 Presiden terhormat Jokowi pergi ke Kalimantan selatan (Kalsel) untuk meninjau daerah-daerah yang terdampak...
-
Hallo kawan-kawan.... pada kesempatan yang berbahagia ini, kita akan mempelajari apa Present Simple dan Present Continuous. ini merupa...

No comments:
Post a Comment